100%
Prof. Dr. Rudianto Amirta adalah Guru Besar di Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman, Samarinda. Pria yang lahir di Pemangkat, Kalimantan Barat pada tanggal 25 Oktober 1972 ini meraih gelar Doktor dari Kyoto University, Jepang pada tahun 2005 dengan penelitian yang terfokus pada degradasi lignin oleh jamur white-rot dan produksi asam ceriporic, serta pengolahan kayu untuk fermentasi metana (renewable energy). Sebelum itu, ia memperoleh gelar Magister dan Sarjana Teknologi Hasil Hutan dari Universitas Mulawarman. Karier akademiknya mencakup jabatan Dekan Fakultas Kehutanan untuk 2 periode yaitu pada tahun 2016–2020 dan 2020-2024; Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI), Universitas Mulawarman 2015-2016; Ketua Program Unggulan Internasional UNMUL 2012–2015; Asisten Profesor pada Lab. of Biomass Conversion, Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH), Kyoto University di tahun 2006-2008; tim pakar pada KLHK guna membantu kerja menteri kehutanan dan lingkungan dalam pengembangan multiusaha kehutanan (2020-2023); dan Anggota Delegasi Pemerintah Republik Indonesia pada Conference of the Parties (COP) ke-25 UNFCCC di Madrid, Spanyol (2019) dan COP ke-27 UNFCCC di Sharm el-Sheikh, Mesir (2022), serta Indonesia-Japan Forestry Investment Dialogue (FID) di Tokyo, Jepang pada tahun 2022. Sebagai peneliti, Prof. Rudi termasuk salah satu guru besar di UNMUL yang produktif, ia memiliki Scopus h-index 12 dengan 49 artikel yang terbit pada berbagai jurnal internasional bereputasi dengan lebih dari 477 sitasi (Scopus) dan h-index 20 serta 1.074 sitasi di Google Scholar terkait bidang konversi biomassa, biokonversi lignin, serta teknologi pulp dan kertas. Dalam berbagai kompetisi, Prof. Rudianto Amirta juga telah memperoleh sejumlah penghargaan bergengsi, diantaranya: nominasi Penghargaan Energi Prakarsa Nasional (2016), Dosen Berprestasi Provinsi Kalimantan Timur (2016), Peneliti Terbaik Universitas Mulawarman (2016), Juara I Nasional lomba “Sang Penemu” TVRI Jakarta (2011), dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden RI (2019). Terbaru, memperoleh penghargaan sebagai Dosen Berprestasi Bidang Energi Terbarukan Universitas Mulawarman (2024). Riset terkini yang dipublikasikan termasuk studi biomassa cepat tumbuh untuk bioenergi serta teknologi pirolisis cangkang sawit dan kulit kayu akasia sebagai pellet energi dan arang premium serta beragam produk turunannya. Ia juga aktif membimbing mahasiswa S1–S3 dan memfasilitasi program kolaborasi internasional, seperti program pertukaran mahasiswa dan pelaksanaan penelitian bersama untuk tingkat Magister dan Doktoral bersama dengan Kyoto University, Kyoto Perfectural University, Mie University (Jepang), Korea University (Korea Selatan), Chulalongkorn University, Naresuan University (Thailand), University Putra Malaysia, Leiden University, Delft University of Technology, Erasmus University (Belanda) dan beberapa perguruan tinggi ternama lainnya di dunia. Prof. Rudianto Amirta juga secara aktif mendorong inovasi energi biomassa di Kabupaten Paser dan Berau melalui riset pirolisis limbah kayu dan tandan kelapa sawit serta pengembangan kompor kayu yang efisien menggunakan desain drum kiln dan maupun tungku modern yang kekinian (Industrial metal kiln). Implementasinya dalam komunitas lokal di Kabupaten Paser dan Berau tidak hanya meningkatkan pasokan energi terbarukan tetapi juga membuka potensi usaha arang komunal skala desa. Pendekatan Prof. Rudi memadukan aspek teknis dan sosial ekonomi, memperkuat basis energi alternatif yang berkelanjutan dan mendukung pengembangan ekonomi hijau di Kalimantan Timur. Dengan kombinasi keilmuan, prestasi, dan pengalaman manajerial yang teruji, Prof. Rudianto Amirta bukan hanya tokoh kunci dalam pengembangan riset kehutanan dan teknologi biomassa di Indonesia, tetapi juga figur pemimpin yang tepat untuk membawa Universitas Mulawarman tumbuh menjadi universitas unggul, berdaya saing, dan berdampak nyata bagi masyarakat.